SEORANG pendeta mengunjungi seorang oma anggota jemaatnya. Mereka berbincang diruang tamu. Diatas meja ada satu toples kacang mente. Sambil mengobrol, Pak Pendeta itu memakan kacang mente itu.
Tak terasa kacang mente itu habis. Dengan malu-malu Pak Pendeta berkata, “Waduh maaf, oma. Kacang mentenya saya habiskan.”
Sang oma dengan penuh pengertian menjawab, “Tidak apa-apa kok Pak Pendeta. Saya juga tidak makan kacang mente itu, kok. Saya tuh sangat suka makan cokelat yang ada kacang mentenya. Tetapi karena gigi saya tidak kuat makan kacang, saya Cuma mengulum coklelatnya. Kacang mentenya saya kumpulkan di toples itu.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar