17 Februari 2009

NAIK OJEK

SEORANG tukang ojek mangkal di perempatan dekat gereja. Menjelang tengah malam, di tengah gerimis, seorang gadis cantik berbaju putih hendak naik ojeknya. Rambutnya tergerai sampai punggung. Wanginya menusuk hidung. Walau agak khawatir, tukang ojek itu menerima juga. Karena takut, tukang ojek itu pun agak mengebut.
Beberapa saat kemudian, ia baru sadar sepeda motornya terasa ringan. Ketika menoleh, ia terkejut karena si gadis hilang. Ia segera pulang, mengendarai sepeda motornya dengan gemetar.
Dua hari kemudian, di tempat yang sama pada jam yang sama, gadis cantik berbaju putih itu datang lagi. Tukang ojek itu berniat menghindar. Tetapi ia juga penasaran. Akhirnya ia mengiyakan. Mulanya, ia berjalan perlahan. Setelah beberapa lama, ia mengebut karena takut. Tiba-tiba gadis itu berkata, “ Mas, pelan-pelan saja dong. Nanti saya jatuh lagi kayak kemarin .”

Tidak ada komentar :