06 November 2008

Harga Suatu Mujizat

SALLY baru berumur 8 tahun ketika ia mendengar ayah dan ibunya bercerita tentang kakaknya Georgi. Kakaknya sakit dan mereka telah melakukan semuanya untuk menyelamatkan nyawanya.
Hanya pengobatan dan operasi yang sangat mahal yang dapat menolongnya sekarang tapi itu tidak mungkin karena kesulitan keuangan keluarga tersebut.
Sally mendengar ayahnya berkata, hanya mujizat yang dapat menyelamatkan sekarang. Sally masuk kekamarnya dan mengambil celengan yang di simpannya, menjatuhkannya ke lantai dan menghitungnya dengan hati-hati.
Tiga kali dihitungnya hingga benar-benar yakin bahwa tidak salah hitung. Dia memasukkan uang koin tersebut kedalam saku celananya dan menyelinap meninggalkan rumahnya untuk menuju ke sebuah apotik.
Dengan penuh kesabaran, di tunggunya si apoteker yang tengah sibuk berbicara dengan seorang pria. Si apoteker tidak melihatnya karena dia begitu kecil.
Hal itu membuat Sally bosan dan dia menghentak-hentkkan kakinya ke lantai untuk membuat kebisingan. Si Apoteker melongokkan kepalanya keluar, tapi tetap tidak bisa melihat si Sally kecil. Akhirnya dia keluar dan menemui Sally. “Apa yang kau mau?” tanya Apoteker dengan suara keras. “Saya sedang berbicara dengan saudara saya .”
“Baik, saya ingin berbicara tentang kakak saya,” Sally menjawab dengan nada yang sama “Dia sakit, dan saya ingin membeli suatu mujizat.”
“Maaf apa yang kamu katakan?” kata sang Apoteker.
“Ayah saya berkata ‘hanya mujizat’ yang bisa menyelamatkannya, nah sekarang berapa harga mijizat itu?”
“Kami tidak menjual mijizat di sini, anak kecil. Saya tidak dapat menolongmu.”
“Dengar, saya menpunyai uang untuk membelinya jadi katakan saja berapa harganya?” kata Sally dengan lantang.
Seorang pria dengan pakaian rapi duduk jongkok dihadapan Sally dan bertanya….”Mujizat jenis apa yang di butuhkan saudaramu?”
“Saya tidak tahu,” jawab Sally.
Air matanya mulai mengalir di pipinya “Yang saya tahu, dia benar-benar sakit dan ibu saya mengatakan kalau dia harus segera di operasi. Tapi keluarga saya tidak dapat membayarnya…..jadi saya mengambil tabungan saya.”
“Berapa banyak yang kau punya?” tanya pria itu.
“Satu dollar 11 sen,” jawab Sally dengan bangga.”Dan inilah semua uang yang saya punyai di dunia ini.”
“Wah, suatu di luar logika,” senyum pria ini.” 1 dollar 11 sen… harga yang tepat untuk harga suatu mijizat yang menyelamatkan kakaknya !”
Pria itu mengambil uang milik Sally dan tangan yang satunya membimbing tangan anak kecil ini sambil berkata “Bawa aku ke tempat tinggalmu, aku inggin bertemu kakak dan orang tuamu.”
Pria berpakaian rapi itu adalah Dr. Cartlon Armstrong , seorang specialist bedah yang sangat terkenal di kota itu. Dia membantu penyembuhan kakak Sally, si Georgi itu.
Operasi berjalan dengan sempurna tanpa bayaran dan tidak berlangsung lama sampai si kecil georgi kecil pulang ke rumah dan sudah sembuh.
Ayah dan ibunya sangat bahagia untuk peristiwa ini.
“Operasi itu….. sebuah keajaiban….Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak biaya yang di keluarkan dan kita tidak membayarnya sedikitpun….” kata sang ibu.
Sally tersenyum sendiri…. Dia tahu persis berapa harga mijizat untuk kesembuhan kakaknya….. 1 dollar 11 sen dan tentu saja di tambah IMAN, dan KASIH dari si Sally kecil.

Tidak ada komentar :