Seorang calon pendeta berpraktik di sebuah gereja besar. Pagi-pagi ia telah tiba diruangannya. Hari ini ia bertugas melayani konseling. Saat berbenah, terdengar suara kelompok orang-orang mendekat. Supaya tampak sibuk, ia pura-pura menelpon, “Oh,ibu tak perlu berterima kasih kepada saya,tetapi kepada Tuhan. Oleh karena berkat Tuhan lah penyakit kanker ibu lenyap.” Saat orang-orang itu masuk ia terus beraksi, “Apa? Suami ibu juga sakit? Tumor otak? Jangan takut. Saya akan berdoa agar ia disembuhkan sebagaimana yang ibu alami. Ibu tenang saja, ya. Sampai nanti karena saya kebetulan datang tamu-tamu. Ia menaruh gagang telpon dengan bangga, lalu memandang orang-orang yang keheranan di depan pintu . “Ada yang bias saya bantu ?” tanyanya. Lalu seseorang menjawab, “Kami disuruh Pak Gembala memasang sambungan telepon disini. Dari kemarin belum berfungsi.”
Tidak ada komentar :
Posting Komentar