Menjadi dokter spesialis mata yang fokus menangani kebutaan karena diabetes membuat Gatut Suhendro terpacu menghindari penyebab penyakit yang sering menjangkiti warga evergreen tersebut. Terlebih yang berasal dari bahan yang dikonsumsi tubuh.
Membuat teh atau kopi, Gatut tidak menyertakan gula di dalamnya. Kandungan gula yang berlebih memudahkan orang terkena diabetes. Sedikit memakai gula, dikatakan Gatut, juga tidak apa-apa. Namun, untuk mendapatkan khasiat yang maksimal, Gatut lebih memilih teh tawar atau kopi pahit.
"Saya mematuhi langkah-langkah agar terhindar dari diabetes, salah satunya mengonsumsi yang tawar. Air putih paling baik. Minimal saya pasti minum air dua liter sehari," katanya.
Mencegah kehadiran penyakit degeneratif, tiga tahun terakhir Gatut sama sekali tidak mau mengonsumsi makanan yang mengandung minyak. Terutama gorengan yang dijual di pinggir jalan. Ketidakhigienisan minyak goreng adalah penyebab utama penolakan Gatut terhadap makanan yang ketika muda menjadi makanan favoritnya. "Sekarang makin sadar pentingnya kesehatan," ujarnya.
Terkadang Gatut menyesal mengapa kebiasaan hidup sehat itu baru dilakukannya sekarang. Padahal jika dilakukan sebelum usia tua, manfaatnya pasti akan lebih banyak. "Yah lebih baik terlambat daripada tidak," kelakarnya.
Dahulu jika tidak ada tempe, tahu, telur, ayam goreng, atau menu lain yang digoreng, makan serasa tidak lengkap bagi Gatut.
Sekarang bisa dipastikan, piring makannya bebas dari makanan yang proses pematangannya digoreng.
Membuat teh atau kopi, Gatut tidak menyertakan gula di dalamnya. Kandungan gula yang berlebih memudahkan orang terkena diabetes. Sedikit memakai gula, dikatakan Gatut, juga tidak apa-apa. Namun, untuk mendapatkan khasiat yang maksimal, Gatut lebih memilih teh tawar atau kopi pahit.
"Saya mematuhi langkah-langkah agar terhindar dari diabetes, salah satunya mengonsumsi yang tawar. Air putih paling baik. Minimal saya pasti minum air dua liter sehari," katanya.
Mencegah kehadiran penyakit degeneratif, tiga tahun terakhir Gatut sama sekali tidak mau mengonsumsi makanan yang mengandung minyak. Terutama gorengan yang dijual di pinggir jalan. Ketidakhigienisan minyak goreng adalah penyebab utama penolakan Gatut terhadap makanan yang ketika muda menjadi makanan favoritnya. "Sekarang makin sadar pentingnya kesehatan," ujarnya.
Terkadang Gatut menyesal mengapa kebiasaan hidup sehat itu baru dilakukannya sekarang. Padahal jika dilakukan sebelum usia tua, manfaatnya pasti akan lebih banyak. "Yah lebih baik terlambat daripada tidak," kelakarnya.
Dahulu jika tidak ada tempe, tahu, telur, ayam goreng, atau menu lain yang digoreng, makan serasa tidak lengkap bagi Gatut.
Sekarang bisa dipastikan, piring makannya bebas dari makanan yang proses pematangannya digoreng.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar